Tampilkan postingan dengan label desain interior. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label desain interior. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Mei 2012

Desain Interior Rumah Art Deco dan Modern Minimalis


Agar terlihat serasi dan enak dipandang, menata interior rumah sebaiknya diselaraskan dengan fasad bangunannya. Jika tampak mukanya memakai gaya art deco, maka desain interior dan penataan interiornya juga tidak lari dari gaya itu. Demikian pula untuk model rumah minimalis, interiornya pun didesain dengan gaya yang senada. Meskipun dalam penerapannya, tidak bulat-bulat memakai kedua gaya itu.
Ultra Modern Art Deco
Minimalist Modern
Axonometric View – Desain Rumah Modern Minimalis
Untuk interior ruang tamu, penerapan gaya art deco yang banyak memakai ornamen bulat, kotak-kotak, atau bentuk geometris lainnya, cukup dijadikan aksen saja. Misalnya, hanya dipakai untuk lemari TV atau lemari display lainnya.
Frame Art Deco
Sedangkan perabot lainnya, seperti meja dan kursi, dipilih model yang simpel dan finishingnya memakai warna cocoa brown (cokelat gelap). Bila perlu, diberi aksen warna hitam agar terlihat lebih mewah.
Modular Wood Table
Sementara, jika memakai konsep minimalis, karena semuanya dibuat serba minimal, supaya ruang tidak terkesan kosong perlu diberikan sedikit aksen. Misalnya, ada satu meja atau kursi yang desainnya tradisional.
Minimalist Chair
Material aksen lainnya bisa juga dipakai, seperti benda-benda hasil kerajinan seperti patung (statue), sculpture, dan aksesoris lain yang diperoleh ketika berkunjung ke daerah atau hasil melancong ke luar negeri.
Statue and Sculpture
Realis-Contemporary Statue belongs to Architectaria
Ruang keluarga, untuk rumah model art deco atau rumah model minimalis, akan lebih cocok memakai permainan warna cokelat dan serat-serat kayu.
Art Deco Living Room
Selain itu, orang juga banyak yang menyukai kayu nyantoh, karena seratnya lurus-lurus, atau kayu mahoni yang warnanya agak kemerah-merahan. Sementara model-model furniturenya juga dipilih yang simpel, tidak memakai ukir-ukiran maupun profil.
Modern Coffee Table
Sementara di bagian kamar tidur, dinding kamar tidur juga disarankan memakai warna-warna cerah minimalis. Kalaupun diberi aksen, biasanya untuk dinding di belakang headboard ranjang. Sementara bila memakai wallpaper, dipilih corak daun-daunan, anyam-anyaman bambu, dan sebagainya.
Bedroom Interior
Model tempat tidurnya juga dibuat sederhana, mirip furniture Jepang. Dibuat pendek dengan dipan lurus memakai kaki. Untuk itu, agar kelihatan mewah, head-board ranjangnya perlu dilapisi dengan bahan yang terbuat dari kulit atau kayu bergelombang.
Art Deco Head Board
Finishing kayunya memakai warna gelap cocoa brown atau maple. Bisa juga bahan kulit tersebut dianyam agar mengesankan tradisional. Bahan kulit juga bagus dipakai untuk pelapis kursi yang ditaruh di kamar.
Simple and Modern Chair
Sedangkan meja dan kursi di ruang makan, juga dipilih yang modelnya simpel. Top table-nya bisa memakai kayu, dapat pula memakai kaca. Dinding ruang makannya diberi ornamen, misalnya batu paras Yogyakarta, dan kaca cermin kotak-kotak (kaca patri).
Modern Glass Table
Kemudian untuk penerangannya memakai lampu gantung berbentuk geometris, bulat, kotak, atau prisma.
Glass Lamp
Sementara untuk kursi makannya, kebanyakan dengan high backing dan bahan yang dipakai biasanya ‘chenille’ warna coklat, krem atau hitam kulit (ram).

Profil desainer Eko Priharseno

Eko Priharseno
AEDI Design


Dikenal sebagai desainer interior yang multitalenta, Eko Priharseno tidak hanya piawai dalam merancang sebuah ruangan menjadi harmoni yang indah namun juga sangat mendalami berbagai bentuk seni lainnya. Tidak heran bila banyak orang mengenal dirinya di bidang yang berbeda-beda, mulai dari profesi utamanya yang memang sebagai desainer interior, pelukis kontemporer, desainer grafis, desainer produk, hingga merambah ke dunia musik sebagai DJ profesional.

Pada awalnya Eko berangkat dari dasar ilmu yang lebih umum, yakni desain industri. Namun pada perkembangannya, bidang interior benar-benar menarik minat Eko untuk mendalami sepenuhnya, dan hingga kini sudah lebih dari 15 tahun dia menjadi salah satu desainer interior terkemuka di Indonesia. Karyanya sudah banyak diaplikasikan ke berbagai macam ruang mulai dari residensial, perkantoran, galeri, retail hingga ke restoran terkemuka baik lokal maupun internasional. Tidak berhenti di situ, karya-karyanya juga telah dipublikasikan secara reguler ke banyak majalah khusus interior ternama. Jika Anda sering membaca majalah-majalah tersebut, pasti akan sering menemui rancangan desainer berbakat yang satu ini.

Secara bisnis, Eko kini bernaung di bawah nama AEDI Design, kantor konsultan interior desain yang dibukanya sejak tahun 2004 lalu yang berlokasi di daerah Kemang, Jakarta Selatan. Membawahi tim desain yang berpengalaman, kreatif dan sangat berbakat, AEDI berdedikasi penuh di bidang arsitektur, interior desain, hingga produksi. Selain itu, Eko juga makin memantapkan profilnya di industri desain dengan menjadi salah satu dari ID12, sebuah perkumpulan desainer interior terbaik di Indonesia. ID12 seringkali melakukan pameran bersama sejak beberapa tahun terakhir.

Ketika ditanya dari mana dirinya mendapat inspirasi tentang desain yang dibangunnya, ayah dua anak ini menjelaskan bahwa desain dapat berangkat dari berbagai macam faktor, seperti musik, alam, maupun rupa bentuk dan warna yang kerap ditemuinya saat melakukan proses perancangan. Sebagai contoh, desain-desain furnitur rancangannya tahun lalu banyak dipengaruhi oleh elemen alam, seperti misalnya pohon. Banyak karya orisinil yang dibentuknya mengikuti rupa pohon seperti 'marquise green lamp' serta 'greenery partition' namun dengan nuansa kontemporer yang lekat dengan warna-warna cerah dan penuh warna. Tidak hanya bentuk, fungsionalitas juga mendapat perhatian khusus dalam desain Eko, seperti karya terakhirnya bubble lamp yang berupa bench acrylic yang dapat menyala saat diduduki dan juga bean bag dari bahan jeans yang sangat ideal digunakan untuk bersantai di ruang keluarga karena dilengkapi dengan kantong-kantong untuk menaruh remote TV, majalah, ataupun minuman kaleng.

Eko juga sangat yakin bahwa kemajuan industri desain interior di Indonesia sedang dalam tahap peningkatan pesat, tidak hanya dari sumber dayanya saja yang memang makin siap, tetapi juga dari segi penyerapan pasar yang kian hari meningkat apresiasinya terhadap sebuah desain yang indah. Banyak pemilik rumah, kantor maupun bisnis retail yang ingin ruangannya tampak estestis dari segi visual, karena secara tidak langsung pasti akan menambah unsur 'good psychology' dan juga nilai tambah bagi siapapun yang melihat.
Eko Priharseno
Interior & Product Designer



What is the ‘big (IDEA)’ behind this project? 
Y-System provides an integrated approach to office design combining graphic design, corporate branding, interior design and industrial design. Customising the Y-System’s three components, Y-Station, Y-Box and Y-Case, creates unique and flexible office environments. Y-System also enables the inlay of corporate graphics and colours, to created a branded, cohesive interior on a limited budget that can be transported if relocation is required.


EKO LOVES GRAPHIC
Eko Priharseno, secara pribadi sangat dipengaruhi oleh seni grafis dan secara kebetulan ia sangat menyukai desain grafis yang dipelajarinya secara otodidak, namun minatnya pada desain grafis ini berkembang hingga ia mendesain beberapa buku, membuat ilustrasi hingga logo. Selain mengembangkan bidang usaha, Eko juga telah menerapkan desain grafis kedalam karya interiornya. Penggunaan desain grafis tidak hanya dalam bidang dua dimensi saja, namun telah diterapkan secara tiga dimensi hingga pada bentuk-bentuk iconic, selain itu karakter graphical Eko telah pula diwujudkan dalam bentuk produk-produk interior.

Selasa, 15 Mei 2012

ABOUT DESAIN INTERIOR :)


 

Contoh Sketsa Interior Kamar Anak



Program studi Desain Interior adalah salah satu bidang studi keilmuan yang diasarkan pada ilmu desain. Bidang keilmuan ini bertujuan untuk dapat menciptakan suatu lingkungan binaan (ruang dalam) beserta elemen-elemen pendukungnya, baik fisik maupun non fisik, sehingga kualitas kehidupan manusia yang berada didalamnya menjadi lebih baik. Ada tiga hal utama yangmenjadi kajian dalam desain interior, yaitu ruang, alat dan manusia penggunanya.
Dalam mempelajari desain interior diperlukan penguasaan sejumlah pengetahuan yang berkait dengan aspek kebutuhan manusia didalam ruang sebagai makluk individual maupun sosial. Tujuan Program Studi Desain Interior pada hakekatnya adalah menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan dan kreativitas yang tinggi di bidang keilmuan desain interior, melalui penguasaan beberapa kompetensi yang meliputi : kecakapan untuk mengidentifikasi aspek produktif dari adanya keragaman, kecakapan untuk berinisiatif mengembangkan aspek sosial, budaya dan ekonomi, kecakapan untuk beradaptasi dengan proses transisi dalam kehidupan, kecakapan dalam menjaga keseimbangan.
Desain interior merupakan pengetahuan tentang ruang dalam bangunan dimana manusia tinggal dan menjalankan aktivitasnya. Berbagai persoalan muncul berupa kebutuhan-kebutuhan akibat aktivitas manusia di dalam ruang dan waktu.
Pengetahuan desain interior terkait dengan berbagai bidang keilmuan antara lain : sejarah, psikologi, teknik bangunan, ekonomi, manajemen, metodologi desain serta estetika.
Dalam proses desain interior diperlukan pemahaman tentang bentuk, skala, tekstur, warna cahaya dan prinsip-prinsip penyeusunannya. Beberapa pengetahuan yang terkait dalam kajian desain interior antara lain :
  • Pengetahuan seni : estetika, drawing, sejarah desain.
  • Pengetahuan desain : elemen dan prinsip ruang, human factor in design, psikologi persepsi, psikologi lingkungan.
  • Praktik desain interior : programming, design process, presentasi.
  • Pengetahua pendukung : teknologi bangunan, material, fisika bangunan, lingkungan alam dan binaan, sosial, budaya, ekonomi.
Memiliki kemampuan dalam penguasaan ilmu dan kemampuan berprofesi, sehingga sanggup mengantisipasi arah perkembangan bidang desain serta turut berperan dalam menunjang kemampuan profesionalnya, baik sebagai peneliti, desainer maupun pengajar.
Lapangan Kerja Bidang Desain Interior
  • Pelayanan jasa konsultan
  • Sebagai perancang desain interior mandiri dalam bentuk biro-biro konsultan desain interior atau bagian dari biro konsultan arsitektur
  • Penasehat ahli pada lembaga atau instansi pemerintah
  • Industri konstruksi, sebagai pelaksana pekerjaan interior atau sebagai pengawas pelaksana pekerjaan interior
  • Industri komponen penunjang interior, sebagai tenaga ahli pada industri-industri komponen interior, seperti : furniture, karpet, wall covering dan sebagainya.
  • Sebagai pengajar dan peneliti pada lembaga pendidikan pemerintah maupun swasta.